Sabtu, 29 Oktober 2011

Hilangnya Semangat Pemuda Indonesia


28 Oktober 2011 baru saja kita lalu, tidak terasa peristiwa bersejarah bangsa ini sudah cukup lama mengalamai proses perjalanan yang cukup panjang. 83 tahun sudah berlalu, setiap tahun kita memperingatinya. Peristiwa apakah itu ? yaitu Sumpah Pemuda.
Sebelum kita melihat kondisi pemuda saat ini, coba kita lihat dulu bagaimana kondisi pemuda Indonesia dahulu, penuh dengan semangat, Lahirnya sebuah Kongres Pemuda tahun 1928 merupakan gagasan dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang penuh dengan semangat, sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar di seluruh Indonesia.
Sebuah Peristiwa yang lahir dari Kongres Pemuda II 27-28 Oktober 1928, dimana para pemuda berkumpul, berbagai suku, agama, menjadi satu dari Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Celebes, Madura Bond, Pemuda Betawi, Jong Sumatranen Bond. Mereka berkumpul menjadi satu untuk menciptakan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia melawan penjajah.  
Kita lihat juga peristiwa penting sekitar proklamasi, ketika para pemuda Indonesia mendengar kekalahan Jepang oleh sekutunya, dengan cepat pemuda meminta kepada Soekarno-Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945.
Saya mengutip sebuah pesan dari bapak MENPORA (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 “ Setiap tahun, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, dan pada tahun ini kita memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 83. Hari ini kita kembali merefleksikan tentang tekad para pemuda untuk mewujudkan satu Bangsa, Satu tanah air, satu bahasa. Jangan sampai kita memperingati Hari Sumpah Pemuda itu hanya rutinitas, sehingga kehilangan makna.
Kita harus memaknai kembali sesuai dengan semangat sekarang tanpa kehilangan nilai-nilai dari Sumpah Pemuda itu sendiri. Itulah sebabnya kita harus melakukan refleksi kebelakang, sekaligus kita harus mengantisipasi kedepan sejarah perjalanan bangsa dalam menghadapi tantangan baru dengan semangat nilai-nilai Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, UUD 1945, dan Bhineka Tuanggal Ika”.
Coba kita baca dan kita resapi pesan dari Bapak MENPORA pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011. Kalau saya melihat bahwa kita selaku Pemuda Bangsa Indonesia harus mendukung apa yang dikatakan Bapak Menpora, kita harus memaknai Sumpah Pemuda dalam kehidupan kita jangan kita jadikan peristiwa besejarah itu hanya peristiwa yang biasa saja.
Kalau kita melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini, sedih rasanya saya karena banyak para pemuda yang sudah kehilangan semangatnya untuk membawa Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang bermartabat di mata dunia. Terlihat jelas saat ini banyak para pemuda yang tawuran, para pelajar, hanya dikarenakan masalah sepele. Bahkan berdasarkan wawancara salah satu stasiun Televisi swasta kepada para pelajar dan para alumni, ternyata tawuran itu sudah dijadikan mereka sebagai tradisi dan yang lebih mengerikan lagi tawuran itu mereka jadikan bahan taruhan.
Selain itu, kita juga dapat melihat banyak daerah di Indonesia saat ini yang mengalami perpecahan khususnya daerah Indonesia bagian Timur. Terjadi permusuhan antar suku, belum lagi Papua yang ingin memisahkan diri. Tampaknya semangat Persatuan dan Kesatuan sudah mulai pudar disana, mana janji kita bahwa kita bertumpah darah yang satu yaitu Tanah Air Indonesia, bebangsa yang satu Bangsa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia, tunjukan pada dunia luar bahwa kita bangsa yang satu tidak akan bisa dipisahkan.
Saya melihat bahwa peristiwa yang kita peringati setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober ternyata hanya sebatas acara seremonial dan bisa dikatakan formalitaas saja, semangat dan jiwa-jiwa para pemuda saat ini sudah tidak seperti pemuda dahulu. Bisa kita buktikan dari contoh kecil saja, misalnya saja masih banyak pemuda yang saat ini tidak hafal isi dari teks Sumpah Pemuda. Jelas dari sini saja terlihat, bagaimana para pemuda saat ini memaknai peristiwa tersebut sedangkan isi teksnya saja tidak hafal.
Lantas sekarang kita bertanya, bagaimana cara untuk menanamkan makna Sumpah Pemuda di dalam diri kita?, menumbuhkan jiwa patriotisme di dalam diri kita?, apakah kita harus mengadakan rapat seperti para pemuda dulu?. Semua jawaban dari pertanyaan itu hanya ada didalam diri kita masing-masing.
Ingatlah wahai pemuda bahwa Bangsa Indonesia akan menuju Indonesia yang sejahtera, mampu bersaing dengan bangsa lain dan bermartabat itu semua tergantung kepada karakter pemuda Indonesia yang penuh semangat Persatuan dan Kesatuan, memiliki soft skill, berdedikasi yang tinggi, tidak mudah putus asa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar